Nadzir Wakaf Dalam Islam

Nazhir Wakaf  adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya demi kemaslahatan umat seperti untuk pendidikan untuk dakwah, untuk masjid dan untuk pemberdayaan akaum dhuafa.

Nazhir meliputi:

(a) perseorangan; Perseorangan hanya dapat menjadi Nazhir apabila memenuhi persyaratan: (i) warga negara Indonesia; (ii) beragama Islam; (iii) dewasa; (iv) amanah; (v) mampu secara jasmani dan rohani; dan (v) tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.

(b) organisasi; Organisasi hanya dapat menjadi Nazhir apabila memenuhi persyaratan: (i) pengurus organisasi yang bersangkutan memenuhi persyaratan nazhir perseorangan); dan (ii) organisasi yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan/atau keagamaan Islam. Atau

(c) badan hukum. Badan hukum hanya dapat menjadi Nazhir apabila memenuhi persyaratan: (i) pengurus badan hukum yang bersangkutan memenuhi persyaratan nazhir perseorangan; (ii) badan hukum Indonesia yang dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan (iii) badan hukum yang bersangkutan bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan/atau keagamaan Islam.

5 Komentar

  1. ahmad August 16, 2012 at 5:02 am

    apakah dalam pergantian nadzir organisasi yang berhak menjadi penggantinya tersera orang yang ditunjuk dalam rapat?
    apakah nadzir lama tidak diberi tau dulu?
    trims…

  2. firyal May 28, 2013 at 12:46 pm

    berhakkah nadzir mendapat honorarium daripengelolahan harta wakaf?
    terimakasih

  3. rhiescky June 19, 2013 at 9:33 pm

    penulisan nadzir yang benar ini bagaimana ya?”nadzir,nadhir,atau nadir?

  4. Aly March 4, 2014 at 9:03 am

    - Untuk penggantian nadzir, sebaiknya (adabnya) diketahui oleh seluruh pihak yang terkait.
    - Penulisan nadzir yang benar pake huruf arab (hijaiyyah) adapun penulisan dalam bahasa selain itu, selama pengucapannya sama (walaupun penulisan berbeda) , ga ada masalah

    Wallahu’alam

  5. Aly March 4, 2014 at 9:08 am

    oia, kelupaan
    untuk jawaban nomor 2

    Pasal 256

    Nadzir berhak mendapatkan penghasilan dan fasilitas yang besar dan macamnya ditentukan berdasarkan kelayakan atas saran Majelis Ulama Kecamatan dan Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat.

    Wallahu’alam

Tulis Komentar